Musik Indonesia

Posted: Mei 2, 2011 in Uncategorized

PENGERTIAN DEVISA

ž  Devisa adalah semua benda yang bisa digunakan untuk transaksi pembayaran dengan luar negeri yang diterima dan diakui luas oleh dunia internasional. Dan yang biasanya banyak dijadikan devisa saat ini adalah dollar amerika (usd)

JENIS DEVISA

ž  Valuta asing, yaitu mata uang yang dapat diterima oleh hampir semua negara di dunia (seperti US Dollar ($), Yen Jepang, Euro, Poundsterling Inggris), dan dapat diperjual belikan.

ž  Emas, emas mempunyai sifat convertible yakni semua orang (negara) mau menerima emas sebagai alat pembayaran internasional yang sah dalam bentuk batangan bukan dalam bentuk perhiasan.

ž  Surat berharga yang berlaku untuk pembayaran internasional, seperti

•          Special Drawing Rights (SDR) adalah hak kredit bagi negara anggota IMF bertujuan untuk membantu Negara anggota yang mengalami kesulitan dalam pembayaran internasional.

•          Cable Order ( Telegraphic Transfer) merupakan cek yang dikirimkan melalui telegram atau radiogram atau telepon dari bank di dalam negeri dengan bank di luar negeri.

•          Bill of Exchange (Wesel) merupakan surat perintah kepada bank untuk membayarkan sejumlah uang kepada seseorang.

•          Traveller Cheque (TC) adalah cek untuk berpergian biasanya dibawah oleh turis dan dapat dicairkan pada bank-bank perwakilannya

MACAM-MACAM DEVISA

ž  Devisa umum, yaitu devisa yang didapat dari kegiatan ekspor, penjualan jasa serta bunga modal.

ž  Devisa kredit, yakni adalah devisa yang diperoleh dari kredit pinjaman luar negeri.

ž  Devisa Negara adalah devisa yang dimiliki oleh pemerintah yang ditatausahakan dalam dana devisa.

ž  Devisa pelengkap adalah devisa yang dimiliki oleh pihak swasta tetapi penggunaanya diawasi dan diatur pemerintah yaitu sebagian tertentu dari devisa hasil penjualan jasa (dalam valas) dari transfer, dan lan-lain yang berlaku saat itu dapat dimiliki oleh yang menghasilkan.

ž  Devisa ekspor adalah devisa yang dimilki oleh swasta tetapi penggunaanya diawasi dan diatur pemerintah yaitu sebagian tertentu dai devisa hasil ekspor barang (visible goods) yang menurut peraturan devisa yang berlaku saat itu dapat dimiliki oleh eksportir yang bersangkutan sebagai perangsang ekspor.

ž  Cadangan devisa yaitu simpanan mata uang asing oleh bank sentral dan otoritas moneter. Simpanan ini merupakan asset bank sentral yang tersimpan dalam beberapa mata uang cadangan (reserve currency) seperti dolar, euro, atau yen, dan digunakan untuk menjamin kewajibannya, yaitu mata uang lokal yang diterbitkan, dan cadangan berbagai bank yang disimpan di bank sentral oleh pemerintah atau lembaga keuangan.

FUNGSI DEVISA

ž  Alat pembayaran hutang luar negeri

ž  Alat transaksi pembayaran barang dan jasa luar negeri (perdagangan, ekspor, impor, dan seterusnya).

ž  Alat transaksi pembiayaan hubungan dengan luar negri seperti membiayai kedutaan, misi budaya, hadiah, bantuan, dll

ž  Sebagai sumber pendapatan negara

SUMBER-SUMBER DEVISA

ž  Pinjaman / hutang luar negeri  : Pinjaman luar negeri yang berupa uang, secara langsung dapat menambah devisa. Pinjaman ini dapat digunakan untuk membayar semua pembiayaan ke luar negeri. Meskipun ada kewajiban untuk mengembalikan, akan tetapi uang yang diperoleh dari luar negeri tetap akan menambah devisa negara.

ž  Hadiah, bantuan atau sumbangan luar negeri  : Bantuan yang diperoleh dari luar negeri dapat berupa barang ataupun uang. Apabila bantuannya berupa barang, maka hal ini dapat menghemat devisa negara. Mengapa? Karena negara dapat memperoleh barang tanpa harus membayarnya. Sedangkan bantuan yang berupa uang, otomatis dapat langsung menambah devisa negara.

ž  Penerimaan deviden atau jasa serta bunga dari luar negeri  : Penerimaan jasa adalah penerimaan devisa yang berasal dari pengiriman jasa-jasa ke luar negeri. Apabila suatu negara mengadakan atau menyelenggarakan jasa untuk negara lain, maka negara tersebut akan memperoleh devisa. Misalnya Indonesia mengirimkan tenaga kerjanya ke negara lain, berarti Indonesia akan memperoleh devisa atas jasa yang telah digunakan oleh negara lain. Selain pengiriman jasa tenaga kerja, ekspor jasa dapat berupa jasa pengiriman barang-barang ke luar negeri serta jasa dari pelabuhan dan bandar udara.

ž  Hasil ekspor barang dan jasa : Apabila suatu negara mengekspor barang ke negara lain, maka negara tersebut akan memperoleh devisa dari negara pengimpor berupa devisa. Semakin banyak barang yang diekspor, maka devisa yang akan diperoleh juga semakin banyak.

ž  Kiriman valuta asing dari luar negeri  : Jumlah TKI yang bekerja di luar negeri cukup banyak, sehingga dapat memberikan sumbangan devisa ke negara kita cukup besar. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan pengiriman uang asing dari TKI yang bekerja di luar negeri untuk keluarganya yang ada di Indonesia. Uang asing yang dikirimkan dari luar negeri harus ditukar menjadi uang rupiah di bank devisa. Penukaran inilah yang dapat menambah simpanan devisa bagi negara.

ž  Wisatawan yang belanja di dalam negeri  : Banyaknya turis yang datang ke Indonesia dapat menambah devisa negara. Turis-turis yang datang dari negara lain, tentunya akan membawa uang dari negara asalnya. Akan tetapi uang dari negaranya tidak bisa digunakan di Indonesia. Untuk itu, para turis harus menukarkan uangnya menjadi mata uang rupiah. Penukaran uang asing menjadi uang rupiah akan menjadi devisa bagi Indonesia. Semakin banyak turis mancanegara yang datang maka pemasukan devisa akan semakin banyak.

ž  Pungutan bea masuk : Bea masuk yang diperoleh dari pungutan biaya barang-barang luar negeri yang dimasukkan ke Indonesia, dapat menambah devisa. Semakin banyak arus barang luar negeri yang masuk ke Indonesia maka devisa yang diperoleh akan semakin banyak. Akan tetapi pada kenyataannya, banyak barang-barang yang masuk tanpa ada izin (diselundupkan), sehingga hal ini dapat mengurangi perolehan devisa bagi negara.

ž  Dan lain-lain

KEGUNAAN / MANFAAT DEVISA

ž  Membeli barang atau jasa dari luar negeri (impor)

ž  Membayar hutang pokok serta bunga hutang luar negeri

ž  Pembiayaan kegiatan perdagangan luar negeri

ž  Membiayai perwakilan di luar negeri (duta besar, konsulat, dll)

ž  Membiayai atlit, misi kebudayaan, studi banding / perjalanan dinas pejabat negara

ž  Dan lain-lain

MEKANISME

˜  Pejabat sementara (Pjs.) Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution, meresmikan secara langsung penyelenggaraan mekanisme setelmen United State Dollar/Indonesian Rupiah Payment-Versus-Payment (USD/IDR PVP) pada sistem BI-RTGS (Bank Indonesia – Real Time Gross Settlement), pada Rabu, 9 Juni 2010, di Jakarta.

˜  “Mekanisme setelmen USD/IDR PVP dapat memberikan manfaat utama bagi perbankan berupa mitigasi risiko kegagalan setelmen pada salah satu mata uang atau foreign exchange settlement risk“, demikian Darmin dalam sambutannya. Dijelaskan juga bahwa mekanisme ini dapat mendukung peningkatan manajemen risiko, permodalan dan likuiditas yang semakin baik, serta operasional kegiatan back office yang semakin efisien di bank umum devisa yang menggunakannya

˜  Implementasi mekanisme USD/IDR PVP diperkirakan akan menghasilkan pula spilling over effect positif pada pasar valuta asing terbesar di Indonesia, berupa tersedianya pilihan counterparty di pasar USD/IDR domestik yang semakin banyak, termasuk dari segmen bank umum devisa skala menengah dan bahkan kecil yang dapat menyediakan tambahan supply yang semakin mencukupi untuk memenuhi dinamika demand di pasar USD/IDR. “Penyelenggaraan mekanisme setelmen PVP untuk penyelesaian transaksi jual-beli USD/IDR juga sejalan dengan Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.10/37/2008 yang mengatur penyelesaian setiap Transaksi Valuta Asing terhadap Rupiah harus dilakukan dengan pemindahan dana secara penuh atau dilakukan secara trade-by-trade“, tambah Darmin

˜  Pada saat ini terdapat 28 bank umum devisa yang terdaftar pada Sistem BI-RTGS sebagai pengguna mekanisme setelmen USD/IDR PVP. Sebagian diantaranya, atau 18 bank telah aktif menggunakan mekanisme tersebut. Sementara bank-bank umum devisa lainnya masih dalam proses pendaftaran untuk dapat menggunakan fasilitas tersebut.

Dalam mempelajari sistem pemerintahan terkait dengan lembaga eksekutif, ada dua sistem besar yang dipakai di dunia, yaitu sistem pemerintah parlementer dan sistem pemerintah presidensial. Perbedaan utama dari sistem ini adalah kepala pemerintahan, dimana sstem presidensial dipimpin oleh seorang presiden, sementara system parlementer dipimpin oleh seorang perdana menteri. Disamping itu, masih juga terdapat perbedaan-perbedaan lain seperti dapat dilihat dibawah ini:

Perbandingan Sistem Pemerintahan Parlementer dan Presidensial

Parlementer

Presidensial

Kepala Negara Presiden atau Raja Presiden
Kepala Pemerintahan Perdana Menteri Presiden
Eksekutif/Kabinet Berasal dari Parlemen dan disetujui oleh Perdana Menteri Merupakan Pembantu Presiden
Eksekutif anggota parlemen? Ya Tidak
Eksekutif bisa membuabarkan parlemen? Ya Tidak
Masa Jabatan Eksekutif Tertentu? Tidak Ya
Parlemen Mengawasi Eksekutif? Kadang-kadang Tidak
Pusat Kekuasaan Parlemen Tidak ada
Parlemen Mengatur Urusannya sendiri Tidak Ya

Beberapa negara di dunia tidak menerapkan system presidensial ataupun parlementer  secara kaku, tetapi terkadang berupa variasi di antara keduanya.

Hal lain yang bisa dipelajari dari system ini adalah:

Syarat-syarat negara Presidensial yang stabil

1.      Presiden harus dipilih langsung oleh rakyat

2.      Presiden harus dipilih untuk masa jabatan tertentu

3.      Presiden tidak bisa membubarkan atau mengurangi kekuasaan parlemen

Penyebab kegagalan pemerintahan presidensial

1.      Munculnya Demokrasi Caesarisme (eksekutif sangat berkuasa dan legislatif lemah)

2.      Militer memperoleh kekuasaan politik

3.      Eksekutif bisa mengatur suara dari parlemen

Penyebab kegagalan pemerintahan parlementer

1.      Kepala negara memperoleh kekuasaan penuh

2.      Parlemen bubar

3.      Ada kekuatan di luar parlemen yang mengatur suara parlemen.
Sistem pemerintahan negara dibagi menjadi dua klasifikasi besar, yaitu:

1. sistem pemerintahan parlementer;

2. sistem pemerintahan presidensial.

Pada umumnya, negara-negara didunia menganut salah satu dari sistem pemerintahan tersebut. Adanya sistem pemerintahan lain dianggap sebagai variasi atau kombinasi dari dua sistem pemerintahan diatas. Negara Inggris dianggap sebagai tipe ideal dari negara yang menganut sistem pemerintahan parlemen. Bhakan, Inggris disebut sebagai Mother of Parliaments (induk parlemen), sedangkan Amerika Serikat merupakan tipe ideal dari negara dengan sistem pemerintahan presidensial.

Kedua negara tersebut disebut sebagai tipe ideal karena menerapkan ciri-ciri yang dijalankannya. Inggris adalah negara pertama yang menjalankan model pemerintahan parlementer. Amerika Serikat juga sebagai pelopor dalam sistem pemerintahan presidensial. Kedua negara tersebut sampai sekarang tetap konsisten dalam menjalankan prinsip-prinsip dari sistem pemerintahannya. Dari dua negara tersebut, kemudian sistem pemerintahan diadopsi oleh negara-negara lain dibelahan dunia.

Klasifikasi sistem pemerintahan presidensial dan parlementer didasarkan pada hubungan antara kekuasaan eksekutif dan legislatif. Sistem pemerintahan disebut parlementer apabila badan eksekutif sebagai pelaksana kekuasaan eksekutif mendapat pengawasan langsung dari badan legislatif. Sistem pemerintahan disebut presidensial apabila badan eksekutif berada di luar pengawasan langsung badan legislatif.

SISTEM PEMERINTAHAN PARLEMENTER

Sistem parlementer adalah sebuah sistem pemerintahan di mana parlemen memiliki peranan penting dalam pemerintahan. Dalam hal ini parlemen memiliki wewenang dalam mengangkat perdana menteri dan parlemen pun dapat menjatuhkan pemerintahan, yaitu dengan cara mengeluarkan semacam mosi tidak percaya. Sistem parlemen dapat memiliki seorang presiden dan seorang perdana menteri yang berwenang terhadap jalannya pemerintahan.

Sistem parlementer dibedakan oleh cabang eksekutif pemerintah tergantung dari dukungan secara langsung atau tidak langsung cabang legislatif, atau parlemen, sering dikemukakan melalui sebuah veto keyakinan. Oleh karena itu, tidak ada pemisahan kekuasaan yang jelas antara cabang eksekutif dan cabang legislatif, menuju kritikan dari beberapa yang merasa kurangnya pemeriksaan dan keseimbangan yang ditemukan dalam sebuah republik kepresidenan.

Sistem parlemen dipuji, dibanding dengan sistem presidensiil, karena kefleksibilitasannya dan tanggapannya kepada publik. Kekurangannya adalah dia sering mengarah ke pemerintahan yang kurang stabil, seperti dalam Republik Weimar Jerman dan Republik Keempat Perancis. Sistem parlemen biasanya memiliki pembedaan yang jelas antara kepala pemerintahan dan kepala negara, dengan kepala pemerintahan adalah perdana menteri, dan kepala negara ditunjuk sebagai dengan kekuasaan sedikit atau seremonial. Namun beberapa sistem parlemen juga memiliki seorang presiden terpilih dengan banyak kuasa sebagai kepala negara, memberikan keseimbangan dalam sistem ini.

Dalam sistem pemerintahan parlementer, dengan beberapa ciri utama: Pertama, ada dua kelembagaan eksekutif, yaitu eksekutif yang menjalankan dan bertanggung jawab atas penyelenggaraan pemerintahan, dan eksekutif yang tidak dapat dimintai pertanggungjawaban atas penyelenggaraan pemerintahan. Eksekutif pertama ada di tangan kabinet atau dewan menteri sedangkan eksekutif kedua ada di tangan kepala negara, yaitu raja bagi negara yang berbentuk kerajaan dan presiden bagi negara yang berbentuk republik.
Ciri-ciri dari sistem pemerintahan parlementer adalah sebagai berikut :

  1. Badan legislatif atau parlemen adalah satu-satunya badan yang anggotanya dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum. Parlemen memiliki kekuasaan besar sebagai badan perwakilan dan lembaga legislatif.
  2. Anggota parlemen terdiri atas orang-orang dari partai politik yang memenangkan pemiihan umum. Partai politik yang menang dalam pemilihan umum memiliki peluang besar menjadi mayoritas dan memiliki kekuasaan besar di parlemen.
  3. Pemerintah atau kabinet terdiri dari atas para menteri dan perdana menteri sebagai pemimpin kabinet. Perdana menteri dipilih oleh parlemen untuk melaksakan kekuasaan eksekutif. Dalam sistem ini, kekuasaan eksekutif berada pada perdana menteri sebagai kepala pemerintahan. Anggota kabinet umumnya berasal dari parlemen.
  4. Kabinet bertanggung jawab kepada parlemen dan dapat bertahan sepanjang mendapat dukungan mayoritas anggota parlemen. Hal ini berarti bahwa sewaktu-waktu parlemen dapat menjatuhkan kabinet jika mayoritas anggota parlemen menyampaikan mosi tidak percaya kepada kabinet.
  5. Kepala negara tidak sekaligus sebagai kepala pemerintahan. Kepala pemerintahan adalah perdana menteri, sedangkan kepala negara adalah presiden dalam negara republik atau raja/sultan dalam negara monarki. Kepala negara tidak memiliki kekuasaan pemerintahan. Ia hanya berperan sebgai symbol kedaulatan dan keutuhan negara.
  6. Sebagai imbangan parlemen dapat menjatuhkan kabinet maka presiden atau raja atas saran dari perdana menteri dapat membubarkan parlemen. Selanjutnya, diadakan pemilihan umum lagi untuk membentukan parlemen baru.

Kelebihan Sistem Pemerintahan Parlementer:

  • Pembuat kebijakan dapat ditangani secara cepat karena mudah terjadi penyesuaian pendapat antara eksekutif dan legislatif. Hal ini karena kekuasaan eksekutif dan legislatif berada pada satu partai atau koalisi partai.
  • Garis tanggung jawab dalam pembuatan dan pelaksanaan kebijakan public jelas.
  • Adanya pengawasan yang kuat dari parlemen terhadap kabinet sehingga kabinet menjadi barhati-hati dalam menjalankan pemerintahan.

Kekurangan Sistem Pemerintahan Parlementer :

  • Kedudukan badan eksekutif/kabinet sangat tergantung pada mayoritas dukungan parlemen sehingga sewaktu-waktu kabinet dapat dijatuhkan oleh parlemen.
  • Kelangsungan kedudukan badan eksekutif atau kabinet tidak bias ditentukan berakhir sesuai dengan masa jabatannya karena sewaktu-waktu kabinet dapat bubar.
  • Kabinet dapat mengendalikan parlemen. Hal itu terjadi apabila para anggota kabinet adalah anggota parlemen dan berasal dari partai meyoritas. Karena pengaruh mereka yang besar diparlemen dan partai, anggota kabinet dapat mengusai parlemen.
  • Parlemen menjadi tempat kaderisasi bagi jabatan-jabatan eksekutif. Pengalaman mereka menjadi anggota parlemen dimanfaatkan dan manjadi bekal penting untuk menjadi menteri atau jabatan eksekutif lainnya.

u SISTEM PEMERINTAHAN PRESIDENSIAL

Dalam sistem pemerintahan presidensial, badan eksekutif dan legislatif memiliki kedudukan yang independen. Kedua badan tersebut tidak berhubungan secara langsung seperti dalam sistem pemerintahan parlementer. Mereka dipilih oleh rakyat secara terpisah.
Untuk lebih jelasnya, berikut ini ciri-ciri, kelebihan serta kekurangan dari sistem pemerintahan presidensial.

Ciri-ciri dari sistem pemerintaha presidensial adalah sebagai berikut.

  1. Penyelenggara negara berada ditangan presiden. Presiden adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Presiden tidak dipilih oleh parlemen, tetapi dipilih langsung oleh rakyat atau suatu dewan majelis.
  2. Kabinet (dewan menteri) dibentuk oleh presiden. Kabinet bertangungjawab kepada presiden dan tidak bertanggung jawab kepada parlemen atau legislatif.
  3. Presiden tidak bertanggungjawab kepada parlemen. Hal itu dikarenakan presiden tidak dipilih oleh parlemen.
  4. Presiden tidak dapat membubarkan parlemen seperti dalam sistem parlementer.
  5. Parlemen memiliki kekuasaan legislatif dan sebagai lembaga perwakilan. Anggota parlemen dipilih oleh rakyat.
  6. Presiden tidak berada dibawah pengawasan langsung parlemen.

Kelebihan Sistem Pemerintahan Presidensial :

  • Badan eksekutif lebih stabil kedudukannya karena tidak tergantung pada parlemen.
  • Masa jabatan badan eksekutif lebih jelas dengan jangka waktu tertentu. Misalnya, masa jabatan Presiden Amerika Serikat adalah empat tahun, Presiden Indonesia adalah lima tahun.
  • Penyusun program kerja kabinet mudah disesuaikan dengan jangka waktu masa jabatannya.
  • Legislatif bukan tempat kaderisasi untuk jabatan-jabatan eksekutif karena dapat diisi oleh orang luar termasuk anggota parlemen sendiri.

Kekurangan Sistem Pemerintahan Presidensial :

  • Kekuasaan eksekutif diluar pengawasan langsung legislatif sehingga dapat menciptakan kekuasaan mutlak.
  • Sistem pertanggungjawaban kurang jelas.
  • Pembuatan keputusan atau kebijakan publik umumnya hasil tawar-menawar antara eksekutif dan legislatif sehingga dapat terjadi keputusan tidak tegas dan memakan waktu yang lama.

HUKUM PENAWARAN

Posted: Mei 2, 2011 in Uncategorized

TIU :
Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa akan dapat memahami dan menjelaskan
pengertian permintaan dan penawaran, keseimbangan pasar.
TIK:
Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa dapat mengerti skedul dan kurva
penawaran dalam implikasi produsen individual maupun pasar produsen, dapat
menjelaskan perubahan penawaran dan factor yang mempengaruhinya, mampu
menganalisis keseimbangan pasar konsumen pada tingkat harga dan kuantitas
keseimbangan (ekuilibrium).
Sub Pembahasan :
 Pengertian Penawaran
 Hukum penawaran
 Kurva penawaran
 Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran
 Ekuilibrium
TEORI PENAWARAN
Permintaan hanya akan terpengaruhi bila para penjual dapat menyediakan
barang-barang yang diperlukan. Hal ini akan mempengaruhi tingkah laku penjual
dalam menyediakan atau menawarkan barang-barang yang diperlukan masyarakat di
pasar serta menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi dan penawaran
barang yang akan dijual.
Faktor-faktor terpenting dalam penentuan penawaran antara lain :
– Harga barang itu sendiri.
– Harga barang-barang lain yang berkaitan erat dengan barang tersebut.
– Biaya produksi.
– Tujuan-tujuan operasi perusahaan tersebut.
– Tingkat teknologi yang digunakan.
Dalam analisis mengenai penawaran akan dilakukan analisis satu
per satu faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran. Dengan memisalkan faktorModul
3: Hukum Penawaran
Teori Organisasi Umum 2 Halaman III-1
faktor lain dianggap tetap (ceteris paribus), maka analisis yang utama adalah
“penawaran suatu barang terutama dipengaruhi oleh harga (ada hubungan tingkat
harga dengan jumlah barang yang ditawarkan penjual)”
Penawaran didefinisikan sebagai kuantitas barang yang ditawarkan di pasar
pada berbagai tingkat harga. Hukum penawaran menyatakan : bila harga sesuatu
barang meningkat, maka produsen akan berusaha meningkatkan jumlah barang yang
dijualnya. Sebaliknya, jika harga turun, produsen cenderung akan mengurangi
jumlah barang yang dijual.
Secara tabel penawaran dapat dimisalkan sbb :
Tabel 3.1. Penawaran Barang
Secara grafis kurva penawaran dapat digambarkan sbb :
Gambar 3.1. Kurva Penawaran
Secara matematis, fungsi penawaran dapat ditulis sbb:
Qs = f(H1, H2, B, t)
dimana :
Qs : jumlah barang yang ditawarkan
H1 : harga barang yang ditawarkan
H2 : harga barang lain
B : budget (anggaran)
t : tehnologi
Modul 3: Hukum Penawaran
Teori Organisasi Umum 2 Halaman III-2
HARGA DAN PENAWARAN
Dalam hukum penawaran dijelaskan bahwa suatu pernyataan yang
menjelaskan tentang sifat hubungan antara harga suatu barang dan jumlah barang
tersebut yang ditawarkan para penjual.
Jadi hukum penawaran pada hakekatnya adalah hipotesis yang menyatakan
“makin tinggi harga suatu barang, maka semakin banyak jumlah barang tersebut
akan ditawarkan oleh para penjual dan sebaliknya makin rendah harga suatu barang,
maka semakin sedikit jumlah barang tersebut yang ditawarkan.
PENGARUH FAKTOR BUKAN HARGA TERHADAP PENAWARAN
Dalam kenyataan banyaknya penawaran terhadap sesuatu barang juga
ditentukan oleh banyak faktor lain. Oleh sebab itu dalam melakukan analisis
mengenai teori penawaran, juga perlu melakukan analisis bagaimana faktor penting
lainnya dapat mempengaruhi penawaran, antara lain :
– Harga Barang Lain
Apabila terjadi kenaikan harga pada barang lain, konsumen akan membeli barang
yang mempunyai fungsi yang sama dengan harga yang terjangkau, kenaikan
permintaan ini akan mendorong produsen untuk menaikan produksi dan
penawarannya.
– Biaya untuk Memperoleh Faktor Produksi
Kenaikan pengeluaran faktor produksi (biaya produksi) akan berakibat
mengurangi keuntungan suatu perusahaan, sehinga mereka akan melakukan
efisiensi atau pindah ke usaha lain. Tindakan ini dapat mengurangi penawaran
dalam suatu kegiatan ekonomi tertentu.
– Tujuan-Tujuan Perusahaan
Tujuan-tujuan yang berbeda dari setiap perusahaan untuk memaksimumkan
keuntungan, menimbulkan efek yang berbeda terhadap tingkat produksi. Dengan
demikian penawaran sesuatu barang akan berbeda sifatnya bila terjadi perubahan
dalam tujuan yag ingin dicapai perusahaan.
– Tingkat Teknologi
Kenaikan produksi dan perkembangan ekonomi yang sangat pesat dapat
disebabkan oleh penggunaan teknologi yang semakin modern. Penggunaan
teknologi dapat mengurangi biaya produksi, mempertinggi produktifitas,
mempertinggi mutu barang dan menciptakan barang-barang yang baru, sehingga
menimbulkan efek : produksi dapat ditambah dengan cepat dan biaya semakin
murah. Jadi kemajuan teknologi dapat menimbulkan kenaikan penawaran.
Modul 3: Hukum Penawaran
Teori Organisasi Umum 2 Halaman III-3
PERUBAHAN PERMINTAAN ATAU PENAWARAN SECARA SENDIRISENDIRI
– Efek Pertambahan Permintaan
Perubahan menyebabkan keadaan keseimbangan berpindah, dimana kenaikan
permintaan menyebabkan harga naik dan barang yang dijualbelikan bertambah.
– Efek Pertambahan Penawaran
Perubahan menyebabkan keadaan keseimbangan berpindah, dimana kenaikan
penawaran menyebabkan harga turun dan barang yang dijual belikan bertambah.
– Efek Pengurangan Permintaan
Perubahan menyebabkan keadaan keseimbangan berpindah, dimana pengurangan
permintaan menyebabkan harga turun dan barang yang dijualbelikan berkurang.
– Efek Pengurangan Penawaran
Perubahan menyebabkan keadaan keseimbangan berpindah, dimana pengurangan
penawaran menyebabkan harga naik dan barang yang dijual belikan berkurang.
PERUBAHAN PERMINTAAN ATAU PENAWARAN SECARA SERENTAK
Beberapa kemungkinan :
• Perubahan mungkin berlaku ke arah yang sama, yaitu sama-sama mengalami
kenaikan atau penurunan.
• Perubahan mungkin berlaku ke arah yang berlawanan, yaitu permintaan turun
tetapi penawaran bertambah atau sebaliknya.
• Apabila pertambahan permintaan sama dengan pertambahan penawaran, maka
tingkat harga tidak berubah.
• Apabila pertambahan permintaan kurang dari perambahan penawaran harga akan
merosot.
Gambar 3.2. Siklus Permintaan dan Penawaran
Teori penawaran dan permintaan (bahasa Inggris: supply and demand)
dalam ilmu ekonomi, adalah penggambarkan atas hubungan-hubungan di pasar,
Modul 3: Hukum Penawaran
Teori Organisasi Umum 2 Halaman III-4
antara para calon pembeli dan penjual dari suatu barang. Model penawaran dan
permintaan digunakan untuk menentukan harga dan kuantitas yang terjual di pasar.
Model ini sangat penting untuk melakukan analisa ekonomi mikro terhadap perilaku
para pembeli dan penjual, serta interaksi mereka di pasar. Ia juga digunakan sebagai
titik tolak bagi berbagai model dan teori ekonomi lainnya. Model ini memperkirakan
bahwa dalam suatu pasar yang kompetitif, harga akan berfungsi sebagai
penyeimbang antara kuantitas yang diminta oleh konsumen dan kuantitas yang
ditawarkan oleh produsen, sehingga terciptalah keseimbangan ekonomi antara harga
dan kuantitas. Model ini mengakomodasi kemungkian adanya faktor-faktor yang
dapat mengubah keseimbangan, yang kemudian akan ditampilkan dalam bentuk
terjadinya pergeseran dari permintaan atau penawaran.
Keseimbangan Pasar
Keseimbangan antara Permintaan dan Penawaran akan menghasilkan suatu tingkat
harga tertentu yang stabil. Pada tingkat harga tersebut, kuantitas barang yang diminta
sama dengan kuantitas barang yang ditawarkan. Sedangkan tingkat harga lainnya
akana mengakibatkan disekuilibrium (ketidak seimbangan pasar), dan bersifat labil
(mudah sekali berubah karena tariktarikan berbagai faktor).
Secara grafis dapat digambarkan sbb :
Gambar 3.3. Titik Keseimbangan (Ekuilibrium)
Jika Hek Qd atau excess supply (kelebihan suplai
barang), yang akan menekan harga ke bawah. Jika Hek > H, akan mengakibatkan Qs
< Qd atau excess demand (kelebihan jumlah barang yang diminta), yang akan
Modul 3: Hukum Penawaran
Teori Organisasi Umum 2 Halaman III-5
mendorong harga barang jadi menaik. Keadaan akan stabil pada saat Hek = H,
karena Qs = Qd (jumlah barang yang ditawarkan produsen sama dengan jumlah
barang yang dikehendaki konsumen pada harga tersebut).
Contoh Soal :
1. Terdapat 10.000 individu yang identik dalam pasar untuk komoditi A,
masing-masing dengan fungsi permintaan : Yd = 12-2PA dan 1.000 produsen
komoditi A yang identik, masing-masing dengan fungsi penawaran : Ys =
20PA.
Pertanyaan :
a. Carilah fungsi permintaan pasar & fungsi penawaran pasar untuk
komoditi A
b. Buatlah skedul permintaan pasar dan penawaran pasar untuk komoditi A
dan cari titik ekuilibriumnya serta buat gambar kurva permintaan dan
penawaran
c. Secara matematis carilah harga dan jumlah ekuilibrium
Jawaban :
a. Fungsi permintaan pasar & fungsi penawaran pasar untuk komoditi A :
Yd = 10.000 (12-2PA)
Yd = 120.000 – 20.000PA
Ys = 1.000 (20PA)
Ys = 20.000PA
b. Skedul permintaan pasar dan penawaran pasar untuk komoditi A dan cari
titik ekuilibriumnya :
PA Yd Ys
6 0 120.000
5 20.000 100.000
4 40.000 80.000
3 60.000 60.000
2 80.000 40.000
1 100.000 20.000
0 120.000 0
T. Ekuilibrium
Modul 3: Hukum Penawaran
Teori Organisasi Umum 2 Halaman III-6
c. Harga dan jumlah ekuilibrium secara matematik :
Demand = Supply
Yd = Ys  120.000 – 20.000PA = 20.000PA
40.000PA = 120.000
40.000PA = 3 (harga keseimbangan)
Yd = 120.000 – 20.000PA
Yd = 120.000 – 20.000(3)
Yd = 60.000 unit
Ys = 20.000PA
Ys = 20.000 (3)
Ys = 60.000 unit
60
60.000

Hello world!

Posted: Mei 2, 2011 in Uncategorized

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can alway preview any post or edit you before you share it to the world.